01 June 2009

MANOHARA CANTIK MANOHARA MALANG

Manohara Cantik Manohara Malang oleh Lilik Gunawan “jago bisnis online”


MANOHARA CANTIK MANOHARA MALANG


Sebuah cerita Cinderella yang berakhir tragis…
Untung saja sang Cinderella nggak sampai seperti Juliet…
[meski mungkin sekilas dia ingin romeo-nya gitu]

Cerita berawal dari Sang Putri Manohara yang menjadi model.
Cantik, cerdas, postur tubuh ideal, rambut panjang, suara lembut memanja.

Dasar cantik nan menarik, ditempeli kostum apa saja kayaknya pas banget gitu. Enak banget, nyaman dipandang-pandang.

Pokoknya ‘all the men want from a woman’ dia punya.

Mulailah cerita bergulir.

Sang Putri Manohara dicinta dan dipuja oleh banyak pria. Sehingga banyak di antara para pria itu pasti ingin memilikinya.

Sejak karena Sang Putri Manohara berhak memilih yang terbaik, tentu logis dan masuk akal jika Sang Putri Manohara memilih Sang Pangeran tampan menawan nan kaya raya.

Dan agar lebih dramatis lagi, Sang Pangeran tampan yang dipilih oleh Sang Putri Manohara, harus berasal dari negeri seberang.

Negeri jiran, Malaysia, sang negeri yang ‘truly asia’, menurut iklannya.
[sebelum iklannya diklaim negara kita membajak teknologi batik dan reog…]

Terus cerita bergulir lebih lanjut.

Sang Pangeran tampan dari negeri seberang meminang Sang Putri Manohara. Dengan sejuta janji-janji akan kebahagiaan yang tiada akhir.
[menurut kabarnya, nggak cuma sejuta tapi rumah mewah senilai 10M]

Sang Putri Manohara jelas menerima pinangan itu.

Sang Putri Manohara ikut Sang Pangeran tampan pulang ke istananya.

Cerita berakhir dengan happy ending.

[Dan seperti layaknya semua cerita yang happy ending, tentu ada yang nggak happy, terutama para pengagumnya yang otomatis harus gigit-jari melihat pujaannya lebih memilih pangeran tampan dari negeri seberang.]

Tapi, wait a minute…

Ternyata ini bukan seperti cerita Cinderella yang di dongeng itu. Ini kisah nyata, di negeri yang nyata.

Sesampai di istana yang diidam-idamkan, ternyata Sang Putri Manohara tidak menemukan kebahagiaan seperti yang dia bayangkan.

Bukan istana megah yang nyaman.
Bukan kehidupan indah yang diimpikan.

Ternyata Sang Putri Manohara diperlakukan bak boneka cantik dari India.
[boleh dilirik tak boleh dibawa]

Istana megah nan indah yang seharusnya menjadi pusat kebahagiaan Sang Putri Manohara ternyata tak lebih dari sangkar emas.

Hidup Sang Putri Manohara bagai terpenjara.
Dan memang iya. Terpenjara di istana sang mertua.
[ternyata janji rumah milyaran cuma bo’ongan, rumah itu bukan punya Sang Pangeran tampan…]

Bagaimana ini? Ternyata bukan hanya terpenjara di istana, Sang Putri Manohara juga semakin tersiksa hidupnya.

Bukan hanya jiwanya yang tersiksa, ternyata fisiknya juga!!!

Sang Pangeran tampan yang diidam-idamkan dulu ternyata ‘sakit’.

Iya, di dalam kamar yang sekaligus kurungannya itu Sang Putri Manohara harus melayani Sang Pangeran tampan yang ‘sakit’ itu.

Bahkan kadang harus melebihi batas kemanusiaan!!!

Dan satu hal lagi yang membuat Sang Putri Manohara menjadi semakin tersiksa, semua komunikasi dengan keluarganya di Indonesia terputus. Nggak boleh lagi ada komunikasi!!!

Wah, sungguh-sungguh kejam ya Sang Pangeran tampan yang ‘sakit’ ini…

Sampai suatu saat, suatu waktu, ada kesempatan bagi Sang Putri Manohara untuk melarikan diri. Dan kesempatan ini tidak disia-siakan.

Akhirnya, Sang Putri Manohara berhasil melarikan diri. Pulang ke tanah air tercinta: Indonesia. Bertemu keluarganya di Indonesia.

Terutama Sang Mama yang berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, berusaha ke sana ke mari mencari kabar putrinya tercinta Sang Putri Manohara.

Untuk sementara cerita berakhir di sini dulu.

Sang Putri Manohara sedang mempersiapkan gugatan hukum atas semua ketidak-adilan yang dialaminya selama berada di istana Sang Pangeran tampan.

Entah bagaimana proses hukumnya nanti. Kejadian perkaranya di negeri seberang, berarti proses hukumnya juga di sana.

Denger-denger katanya anggota kerajaan di sana punya kekebalan hukum atau dengan kata lain nggak bisa dituntut secara hukum.

Untuk hal ini tim pengacara Sang Putri Manohara sudah mempersiapkan upaya untuk membawa tuntutannya sampai ke Mahkamah Internasional.

Kita dari jauh hanya bisa berdoa, moga aja yang tidak adil begitu bisa segera diperbaiki biar jadi adil.

Yang jahat dihukum. Biar jadi pelajaran baginya, agar jangan berbuat jahat lagi. Dan buat orang lain agar jangan meniru kejahatannya.

Semoga Manohara-Manohara lain juga terinspirasi untuk menuntut apa yang sudah menjadi haknya.

Kita semua tahu bahwa ada banyak ketidak-adilan dalam hal menangani tenaga kerja Indonesia, terutama tenaga kerja wanita. Tidak hanya di luar negeri, bahkan di dalam negeri, sebelum mereka diberangkatkan juga ada!

Belum lagi adanya jual-beli manusia, terutama anak-anak…

Wih, ngeri! Masak di jaman modern gini masih ada perbudakan.
Kan nggak boleh orang merdeka dijadikan budak.

[meskipun di dalam dalil agama ada masalah perbudakan, tetapi itu harus ada penyebabnya, yaitu peperangan, semoga tak terjadi]

Semoga kita tidak mudah silau oleh…
[cantik sih cantik, tampan sih tampan, tapi…]

Gitu.

Salam sayang dari Kutoarjo,
Lilik Gunawan

Jl. Klepu Bedug
Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah
Indonesia

http://jago-bisnis-online.blogspot.com
email: gunawanlilik@gmail.com

[Cerita di atas dibuat berdasarkan berita di media massa Indonesia. Tidak ada maksud untuk memfitnah pihak manapun juga. Apabila ada yang tidak benar mohon diberikan saran dan komentar.]

( c ) 2009 Lilik Gunawan
“jago bisnis online”

No comments:

Post a Comment

Mohon berikan saran dan komentar Anda di sini. Tidak ada blog yang sempurna, semoga masukan Anda bisa membantu blog ini menjadi lebih baik dan bermanfaat. Terima kasih.