Showing posts with label Hidup yang Aneh. Show all posts
Showing posts with label Hidup yang Aneh. Show all posts

24 April 2009

Hidup yang Aneh 3

Hidup yang Aneh 3 oleh Lilik Gunawan “jago bisnis online”

HIDUP YANG ANEH 3

Sering saya mikir betapa enaknya kalau bisa punya uang banyak tapi nggak perlu capek-capek kerja. Nggak perlu berangkat pagi pulang petang.

Nggak perlu kehabisan keringat di jalanan yang panas dan penuh polusi asap knalpot. Dan nggak perlu keluar ongkos buat berdesakan di kendaraan umum.

Nggak perlu pakai baju kerja tertentu…ini nih yang paling bikin saya gatel: kalau harus pake baju tertentu untuk acara tertentu yang jalannya pake lama. Nggak enak banget rasanya.

Belum lagi kalau harus bikin tugas yang harus selesai dalam jangka waktu yang mepet. Wah, udah capek mikirnya masih harus kuatir kalau nggak bisa selesai pada waktunya. Jadi dobel-dobel masalahnya. Ditambah lagi rasa kuatir dimarahi bos kalau sampai ada yang salah dan nggak beres. Ngulang lagi dari awal.

[meski saya tahu nggak ada bos yang sekejam itu, tapi saya tahu bahwa rasa kuatir itu ada dan sering menghabiskan energi, lebih banyak energi dibanding pekerjaan yang sesungguhnya]

Terus lagi fokus-fokusnya kerja ada saja halangannya buat berhenti dulu, jadi buyar lah konsentrasi kerjanya. Harus mulai lagi dari awal.

Karena pertimbangan-pertimbangan itu jadi mikir bagaimana kalau punya bisnis sendiri?

Alamaak bikin bisnis sendiri itu emang enaaak banget. Begitu bisnis jadi, saat itu juga saya bisa jadi bos. Enak banget, saya suka jadi bos.

Tapi masalahnya, sebagai bos harus bisa ngasih pengarahan sama anak buah. Harus bisa ngasih pengertian. Harus bisa membuat anak buah benar-benar memahami job description yang saya berikan. Dan di saat-saat yang tepat harus bisa ngasih upah atau gaji sesuai dengan perjanjian kerjanya. Ini idealnya…

Masalahnya, karena bisnis baru mulai, dan modalnya juga sedikit itupun karena ada orang yang baik hati mau ngasih modal, [cuma modal dengkul doang!]…sebagai bos yang baik hati saya punya satu anak buah yang baik hati juga, paling cakep sedunia, paling rajin kerja benar-benar sesuai dengan perintah dari saya, disuruh apa saja pasti mau dan seterusnya pokoknya hebat banget deh.

Harap maklum lah, orang saya selain sebagai bos juga merangkap sebagai: anak buah!
[Lha, kan saya udah ngomong kalau bisnis baru mulai…]

Terus saya bertanya pada diri saya, soalnya kalau nanya orang lain selalu jawabannya sama dan bikin nggak semangat. Apa ada ya orang kerja cuma duduk-duduk di rumah tapi dibayar? Dibayar dikit juga nggak pa-pa lah yang penting kerjanya nggak sulit-sulit amat.

Terus mikir. Apa ada, apa ada?

Dan akhirnya memang nemu juga jalannya.

Memang benar-benar ada. Dan benar-benar bisa menghasilkan uang. Ada produknya, ada sistem kerjanya. Dan yang terpenting: ada bayarannya. Benar-benar berupa money transfer via bank. Jadi uangnya benar-benar masuk ke rekening saya.

Ya, bisnis online memang benar-benar bisa menghasilkan uang.

Meski di awalnya begitu sangat amat amat kesulitan karena berangkatnya dari nol. Ya maklumlah soalnya memang baru saja kenal sama yang namanya internet. Tapi saya yakin asal mau terus menerus belajar, lama lama lancar juga.

Aneh ya?
Cuma duduk-duduk aja di depan komputer kok ya ada orang yang mau ngasih duit.

Duit banyak lagi!
Setidaknya bagi saya duit segitu memang banyak. Ya masak cuma duduk duduk aja dikasih duit segitu kok masih minta lebih…

Akhirnya jadi ketagihan. Bagimana nggak? Lha wong cuma duduk-duduk dibayar kok!

Saya mikir, terus mikir. Apa ada peluang yang lain yang bisa menghasilkan lebih banyak lagi. Yang nantinya bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pokoknya sederhana juga nggak pa-pa yang penting kebutuhan mendasar bisa tercukupi.

Sebagai gambaran, bagi saya yang namanya kebutuhan mendasar itu juga sebagai kunci sukses hidup di dunia. Memang sederhana sekali tapi tanpa adanya hal-hal mendasar itu mustahil orang bisa sukses. Hal ini pernah saya sampaikan di post-post sebelumnya, tapi tak mengapa kalau saya sampaikan lagi di sini.

Repetition is the mother of studying.
Pengulangan itu penting kalau pingin pinter.

Gini:
satu, makan kenyang
dua, tidur nyenyak
tiga, be-a-be lancar

Nah itulah kunci sukses yang paling sukses dan tak terbantahkan. Tanpa adanya kunci-kunci sukses ini mustahil orang bisa sukses. Bahkan bagi orang yang sudah sangat sukses pun kunci-kunci ini tetap harus dipegang erat-erat, nggak boleh lepas. Kalau sampai lepas, hilanglah semua kesuksesan yang dia raih!

Mikir dan terus mikir. Bagaimana caranya dan bagaimana sistem kerjanya agar bisa mencukupi kebutuhan mendasar kehidupan dan sekaligus kunci pokok kesuksesan itu?

Ada! Ketemu!
Berhasil!

Maksudnya berhasil ketemu…belum berhasil tercukupi lho.

Ternyata memang ada cara agar kunci sukses itu bisa saya pegang.

Dengan cara ini, semua kebutuhan mendasar itu bisa tercukupi. Semua kunci sukses yang sangat sederhana itu bisa saya pegang. Otomatis karena kunci suksesnya sudah tahu dan sudah bisa dipegang, kesuksesannya sendiri tentu juga bisa dipegang.

Enak juga ya jadi orang sukses. :-[]

Masalahnya sekarang, maukah saya berbagi dengan Anda?

Kayaknya nggak deh. Takutnya nanti saya dikira ngajarin yang nggak bener. Orang cuma duduk duduk di rumah kok bisa dapet duit. Jangan-jangan nanti dikira pake cara-cara yang nggak beres. Jangan-jangan nanti dikira pake pesugihan. Jangan-jangan nanti dikira mbobol atm, kayak rampok. Wah, bahaya nih.

Sepertinya lebih baik saya pake sendiri aja dulu. Nanti kalau sudah benar-benar tercukupi kebutuhannya barulah saya mikir-mikir lagi mau berbagi dengan Anda atau nggak.

Nah, sampai suatu saat nanti saya mau baik hati buka rahasianya, sebaiknya Anda juga mulai mencari. Pake aja Dik Google (dia lahir 98, saya 75, jadi adik saya jauh).

Hint: cari aja di halaman ini barangkali ada caranya. Meski bukan dari saya rahasianya tapi kan sama-sama hasilnya. Duit duit juga…

Sekian.

Salam sukses dari saya,
Lilik Gunawan

http://jago-bisnis-online.blogspot.com


( c ) 2009 Lilik Gunawan
“jago bisnis online”

17 April 2009

Hidup yang Aneh 2


Hidup yang Aneh 2 oleh Lilik Gunawan “jago bisnis online”


Hidup yang Aneh 2





Dulu, saya selalu berpikir bahwa orang hidup itu
harus gini harus gitu biar bisa gini biar bisa gitu.

Sekarang saya mulai ngerti bahwa tak selamanya hidup ini bisa selalu seperti yang kita inginkan.


Nyatanya ya kalau saya pingin sesuatu terus saya fokuskan semua usaha saya ke arah itu, maksimal sesuai kemampuan saya, tetap saja yang saya inginkan itu tak bisa saya dapat.

Ini benar-benar pernah saya alami. Saya nggak bohong.
[:= Duit nggak bohong ;-]

Pikir lagi pikir lagi. Apanya yang salah: saya, keinginan saya, cara saya mendapatkannya, atau pengaruh lingkungan?

Apakah saya kurang menginginkan, benar-benar menginginkan hal itu sehingga saya tidak benar-benar berusaha mendapatkannya?

Atau simple-nya hal itu terlalu tinggi untuk saya jangkau?

Atau sewaktu saya berusaha mati-matian untuk mendapatkannya saya melupakan atau melewatkan beberapa hal penting yang seharusnya tidak saya abaikan?

Mungkinkah karena pengaruh lingkungan, artinya saya tidak mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang sukses? Artinya saya harusnya selalu berteman dengan orang-orang sukses di bidang hal saya inginkan tadi?

Atau sebenarnya, meski saya sangat tidak mau mengakuinya, saya ini bodoh? Dalam artian saya belum ngerti bener sama keinginan saya, jadi semua usaha yang saya lakukan sebenarnya sia-sia saja, jauh panggang dari api bagaimana ikannya mau mateng?

Aneh, hidup ini memang aneh.

Hal-hal yang tidak benar-benar saya inginkan malah bisa saya dapet dengan mudah. Malah sebagian berdatangan sendiri. Aneh kan?

Kalau saja saya dulu ngerti kalau saya akan gagal mendapatkan yang saya inginkan mungkin lebih baik kalau saya tidak mensia-siakan hal-hal yang saya dapat dengan mudah.

Saya ambil contoh gini: pinginnya saya, cuma duduk-duduk di rumah tapi bisa dapet hasil yang besar. Modal sedikit hasil besar. Kan asyik nggak perlu pergi ke kantor, berangkat pagi pulangnya sore hari, capek di kerjaan capek di jalan.

Memang sebenarnya asal saya punya modal banyak keinginan saya pasti bisa terwujud. Masalahnya justru itu, saya nggak punya modal!

Bagaimana ini, nggak punya modal kok mau buka usaha? Apa bisa?

Berkali-kali saya yakinkan diri saya pasti bisa. Pasti ada jalan, asal ada kemauan. Maksudnya kemauan yang kuat, yang bisa membuat kita selalu berusaha mendapatkannya.

Ada kemauan pasti ada jalan.
Ada kemauan pasti ada jalan.
Ada kemauan pasti ada jalan.

Karena saya nggak punya modal tentu saya harus cari orang yang mau ngasih modal. Terus saya berusaha dan berusaha, dan gagal!

Mana mau orang ngasih modal sama orang yang kerjanya cuma duduk-duduk aja nggak ngapa-ngapain.

Agak lemes juga saat itu. Gimana ini solusinya. Apa iya sih, keinginan yang kayaknya bagus banget harus nyerah dimakan kegagalan?

Nggah ah. Pokoknya harus bisa. Titik.

Nah, suatu saat kemudian. Saya dikenalkan sama dunia internet. Terima kasih ya buat kamu yang sudah memperkenalkan this wonderful unlimited world of internet.

Perhatikan: wonderful unlimited world.

Dunia tanpa batas yang hebat.

Di salah satu saat di salah satu sore hari,
Iseng-iseng saya pakai keyword ini:
duduk di rumah dapet duit

walaah, ternyata hasil pencariannya banyaak sekali.

Apa artinya? Artinya tidak hanya saya yang menginginkan duduk-duduk di rumah bisa punya penghasilan besar. Dengan modal yang kecil tentunya. Ada banyak sekali orang yang menginginkan hal yang serupa.

Masalahnya sekarang, apa ada solusi yang benar-benar manjur untuk masalah saya?

Ternyata memang ada. Malah banyak sekali.

Salah satunya: bisnis online.

Nah, mulailah saat itu saya menekuni bidang bisnis ini. Duduk-duduk di rumah kerjanya tapi dapet duit seperti orang kerja kantoran. Capeknya sama, mikirnya sama.

Cuma bedanya, kalau capek saya bisa nglekar tiduran di mana saja kapan saja saya mau. Kalau lapar tinggal makan saja kalau pas ada makanan, kalau nggak ya cari dulu. Tak ada rasa kuatir telat. Tak ada rasa kuatir dimarahi bos.

Malahan saya otomatis jadi bos bagi diri saya sendiri. Meski belum punya anak buah buat diperintah tapi tetap aja enak. Santai.

Tertarik?
Nggak?
Ya?
Ya dan nggak?

Lho, ini real lho Mas Mbak Mbakyu KangMas PakDe BuDe MbahKakung Mbah Putri semuanya saja. Betul-betul bisnis jualan. Ada dagangannya ada produknya, ada yang nawarin, ada yang jualin, ada yang beli. Jelas bukan penipuan. Bukti transfer juga ada. Bukti penerimaan barang juga ada. Meski cuma nomer dan angka-angka tapi tetap bisa diverifikasi kebenarannya.

Tertarik?

Tapi ingat lho ya, namanya orang itu di mana-mana sama saja. Ada yang jujur ada yang nggak.

Sama aja di dunia kerja juga gitu.

Ada yang kerja mati-matian, tapi akhirnya nggak dibayar. Ada yang setianya minta ampun, disuruh ngapain aja nurut, eh kena phk juga. Bukannya bos kejam tapi memang dia nggak punya duit buat bayar anak buah. Tapi ada juga sih orang yang bener-bener jahat. Biarin aja dulu, nanti dia pasti merasakan akibat perbuatannya.

Di dunia bisnis online juga gitu, sama aja. Ada yang kerjanya nipu orang. Misalnya ada situs yang nawarin kerjaan, eh, ternyata setelah transfer uang dia langsung kabur bawa uangnya, kerjaannya nggak ada. Bukannya dapet kerja malah ketipu uangnya dibawa kabur.

Tapi, tetap saja ada orang yang baik dan jujur.

Nggak percaya?
Silakan kunjungi blog saya:
http://mengenal-setan.blogspot.com

Nah di situ ada produk saya ebook Mengenal Setan dan ebook Mengenal Iblis. Bisa di download dulu, dibaca dulu, kalau suka bisa langsung beli. Di situ ada cara pembeliannya, di lampiran.

Baik dan jujur kan?
Anda nggak perlu kuatir saya tipu, soalnya ebooknya sudah di tangan Anda. Anda bisa milih yang mana saja yang Anda sukai.

Dan pastinya masih banyak lagi orang yang baik dan jujur seperti saya.
Percayalah.

Meski saya tetap selalu mengingatkan agar hati-hati. Fokuskan perhatian pada bisnis yang ingin Anda tekuni. Jangan terpecah-pecah perhatiannya.
[percaya deh sama saya, udah fokus aja masih bisa gagal, apalagi yang ke sana ke mari dicoba semua]

Kesimpulan:
Pada akhirnya memang harus saya sadari bahwa saya harus gagal karena memang saya memberi kesempatan untuk gagal.
[perhatikan: memberi kesempatan]

Jadi kalau saya tidak ingin gagal maka seharusnya saya sama sekali tidak boleh membuka kemungkinan untuk gagal.

Jika sesuatu bisa terjadi, pasti akan terjadi.
Jika sesuatu bisa terjadi, pasti akan terjadi.
Jika sesuatu bisa terjadi, pasti akan terjadi.

Ingat-ingat ya jangan pernah lupa.

Sekian dulu. Terima kasih. Semoga sangat bermanfaat.

Lilik Gunawan
http://jago-bisnis-online.blogspot.com

email: gunawanlilik@gmail.com
keresugihduit@gmail.com

( c ) 2009 Lilik Gunawan
“jago bisnis online”

Hidup yang Aneh

Hidup yang Aneh oleh Lilik Gunawan “jago bisnis online”

Hidup yang Aneh

Kalau dipikir-pikir, hidup ini aneh ya…

Kadang pingin punya duit banyak, eh, tapi setelah punya duit banyak ternyata kepingin hal-hal yang harga untuk mendapatkannya jauh lebih banyak dari uang yang kita miliki.

Atau dengan lain kata uang kita selalu nggak cukup, berapapun jumlahnya, untuk mencukupi kebutuhan kita.

Kadang kalau dipikir-pikir memang lebih baik nggak punya duit sama sekali jadi nggak pingin apa-apa lagi.

Tapi…apa bisa?

Kan kebutuhan kita banyak sekali. Dan kayaknya nggak pernah berhenti. Habis ini tercukupi yang lainnya udah pada antri pingin dicukupi.

Enaknya gimana ya?

Katanya yang punya kata-kata bijak,
Tingkatkan jumlah uang Anda atau kurangi kebutuhan Anda.

Memang logis…tapi enak aja dia ngomong gitu lha wong dia nggak jadi kita! Coba kalau dia harus menjalani kehidupan yang kita jalani alaah paling juga nggak akan kuat.

Tapi kalau dibolak-balik dan dipikir diulang-ulang agaknya orang bijak itu memang bener.

Coba kalau kita bisa nambah penghasilan kita, pasti akan lebih banyak hal yang kita perlukan bisa kita miliki.

Dan kalaupun kita nggak bisa nambah penghasilan terus keinginan kita dikurangi, pasti kita nggak akan kekurangan. Lha iya, kan uang kita sudah pas dengan keinginan kita yang minimalis…atau kadang malah bisa sisa.

Tapi mana bisa ya kita bisa hidup seideal itu, kayaknya setiap hari ada-ada aja alasan buat uang untuk pergi meninggalkan kita. Padahal sebenarnya kita nggak rela ditinggalkan.

Ada lagi orang bijak lain yang ngomong,
‘seerat apapun kamu memeluk uangmu, dia nggak akan balas memelukmu’

Ini ada benarnya juga, kalau kita masih punya uang buat dipeluk. Tapi nyatanya belum sempat dipeluk uangnya udah lari secepat kilat.

Malahan sering uang cuma mampir di saku, minta diboncengin ke tempat tujuannya…

Entahlah, hidup ini memang aneh.

Yang butuh banget malah nggak dapet-dapet.
Yang nggak butuh malah punya berlipet-lipet.

Dalam hal ini yang paling benar dan tepat tentu ‘berbagi’.

Yang kekurangan ditutup sama yang kelebihan.
Yang kelebihan ngasih sama yang kekurangan.
[sama aja]

Ya udah, gitu aja.

Salam,
Lilik Gunawan

( c ) 2009 Lilik Gunawan
“jago bisnis online”